Forex Indicator

Mau Belajar Trading ? Untuk Trader Pemula Kenalilah Forex Indicator Ini..

Diposting pada

Forex Indicator – Lebih dari 90% investor forex menggunakan indikator forex terbaik sebagai alat untuk membantu mengambil keputusan dalam aktivitas trading. Forex Indikator adalah alat yang digunakan untuk melakukan prediksi yaitu menentukan arah pergerakan harga mata uang sebelum trader menentukan posisi buy atau sell.

Pada platform trading online terdapat berbagai macam indikator trading sehingga menimbulkan kebingungan terutama bagi trader pemula untuk menentukan indikator yang tepat sebagai dasar pengambilan keputusan.

Pergerakan harga di pasar forex bersifat fluktuatif sehingga indikator akan menampilkan hasil grafik yang berbeda pada waktu yang berbeda. Dari berbagai indikator yang ditemukan dalam trading forex. Ada beberapa indikator yang disukai oleh trader profesional. Berikut beberapa indikator tersebut:

Baca Juga

1. Rata-Rata Pergerakan (MA)

Ini adalah sebuah indikator yang paling umum digunakan atau paling standar. Metode ini dapat dikatakan sebagai pengembangan dari metode dasar yang biasa kita pelajari di sekolah. Namun, rata-rata bergerak memiliki aplikasi di bidang yang luas. MA dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis indikator forex yang akurat, yaitu: Exponential Moving Average, Simple Moving Average, dan Weighted Moving Average.

Bagaimana Rumus untuk menghitung setiap jenis indikator indikator MA?

Rata-Rata Pergerakan Eksponensial dan Rata-Rata Pergerakan Tertimbang

Rumus untuk indikator ini adalah pembobotan harga terakhir, yaitu: bilangan bulat dikalikan dengan harga terakhir. Jika bobotnya sama, maka muncul indikator WMA (Weighted Moving Average); Sedangkan jika eksponensial, maka ada indikator EMA (Exponential Moving Average).

Trader profesional berpikir bahwa harga terakhir lebih penting daripada harga sebelumnya. Fluktuasi harga yang terjadi dipengaruhi oleh harga terakhir dan bukan karena data yang dimuat beberapa waktu lalu.

2. MACD (Moving Averages Convergence Divergence)

Fungsi dari indikator ini adalah untuk membantu trader membuka posisi. Sinyal beli di MACD biasanya tertangkap ketika panjang cepat (periode 12) memotong panjang lambat (periode 26) dan bergerak naik, sedangkan sinyal jual saat panjang cepat memotong panjang lambat dan bergerak ke bawah.

3. RSI (Indeks Kekuatan Relatif)

Indikatornya sederhana dan mudah untuk menemukan overbought atau oversold saat tren sedang terjadi, dan inilah alasan faktor ini disukai oleh para trader profesional.

4. OBV (Volume Pada Saldo)

Indikator ini jarang digunakan, namun sebagian trader meyakini bahwa kenaikan harga pasar akan diikuti oleh peningkatan On Balance Volume (OBV), dan sebaliknya. Itulah beberapa indikator trading forex yang digunakan oleh para trader pro.

Jika Anda menyukai informasi dari artikel ini dan ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang edukasi trading? Kami siap memberikan edukasi yang sangat informatif. Demikianlah informasi tentang forex indicator semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *